20 April 2008

Lintang

Berawal dari diajaknya saya oleh Panitia Lomba Menggambar Mewarnai di Kereta Pramek 13 Maret 2008, saya mencoba mencermati cara kerja teman-teman SPA yang dikomandani Bu Katri dalam mengelola kepanitiaan khususnya lomba yang sedang berlangsung. Kemudian saya membuat kesimpulan bahwa SPA sudah sangat mendasak mempunyai Event Organizer sendiri yang menangani khususnya hajatan-hajatan intern karena kondisi sekarang harus diakui berrbeda jika dibanding awal berdirinya. Pada saat itu merupakan pertemuan pegiat-pegiat masjid yang murni berdakwah dengan tujuan bisa menggerakkan masyarakat sehingga masjid bisa makmur khususnya kegitan anak-anak. Kemudian dalam perjalanan waktu kegiatan tersebut melembaga dan menjadi sebuah yayasan, yang berlanjut berdirinya lembaga-lembaga dibawahnya yang secara organisasi ditangani lebih profesioanal. Hal ini tampak nyata dengan adanya lembga - lembaga formal dibawahnya seperti Taman Kanak-kanak Islam Terpadu Salsabila, Sekolah Dasar Islam Terpadu Salsabila dan Sekolah Tinggi Pendidikan Islam Bina Insan Mulia. Sedangakan lembaga yang mengelola pendidikan luar sekolah seperti adanya LPP Bina Insan Tama, LBB Cendikia, ada pula Tabloid Rajut Kasih, Kid’s Production dan lain-lain.


Suasana seperti itu ternyata telah membuat pergeseran gaya dan semangat para pegiat – pegiat SPA sekarang terasa berubah lebih formal khususnya suasana gedung pusat kegiatannya. Hal ini berimbas ketika ada event atau hajatan walaupun harus tetap diakui masih ada sisa semangat atau ruh para pendiri. Semangat ini yang harus dikelola sehingga tak boleh padam dan menjadi kewajiban semua pegiat terutama para pendiri yang masih aktif sebagai pengurus atau pengelola baik di jajaran yayasan atupun lembaga-lembaga di bawahnya.

Awalnya usulan ini saya sampaikan kepada Bu Katri sebagai Kepala Kantor dan kemudian Bapak Zaenal sebgai ketua yayasan, tidak hanya itu kepada seluruh teman pegiat SPA yang saya temui saya coba sampaikan wawasan ini. Semus jawaban yang diberikan sama yaitu S E T U J U.

Pak Zaenal dengan gayanya yang khas ketika saya ajak bicara di lincak depan pintu Kantor SPA menjawab setuju dan katanya pernah dia gagas bersama-sama kepala kantor.

Bu Katri setuju pula, katanya sebenarnya sudah sejak diselenggarakannya puspa satu tahun yang lalu gagasan sudah ada hanya sampai sekarang masih tahapan wacana belum juga terwujud masih mencari kawan untuk merealisasikan.

Bu Umi Faizah, Bendahara Yayasan juga sama setuju, sama jawabannya, kami bicara sewaktu datang kerumahnya untuk melaporkan kegiatan lomba menggmbar dan mewarnai di kereta pramek 13 Maret 2008.

Pak Isa dari Kid’s Production menyetujui pula gagasan tersebut, bahkan sangat antusias membicarakannya setiap bertemu di Kantor SPA.

Pak Andang mendukung, karena selama ini menurut dia kalau ada kegiatan baru membentuk panitia dadakan yang mengurusi kegiatan semacam sehingga kerjanya kurang optimal. Selain itu juga banyak memberikan wawasan terutama secara keorganisasian di lingkungan SPA.

Pegiat-pegiat SPA yang lain yang sering hadir ke kantor ataupun hadirnya kadang-kadang oleh karena aktivitasnya berbeda hampir semua menyatakan mendukung.
Akhirnya gagasan yang diwacanakan tersebut terakumulasi, secara prinsip diterima semua oleh pegiat-pegiat SPA.

Pada pertemuan-pertemuan untuk merealisasikan gagasan tersebut ada banyak muncul usulan-usulan nama :

  1. Lebah atau Tawon atau An- Nahl
    Usulan saya ini berdasarkan alasan bahwa lebah adalah hewan yang diganbarkan di Al Quran, filosofinya sangat cocok untuk sebuah event organizer yaitu adanya kerjasama yang baik, hasil madunya memberikan manfaat bagi banyak orang, dimana dia hinggap tak mematahkan dahan, dan flosaofi lainnya
  2. Zam-zam
    Saya mengusulkan nama ini juga mngambil dasar dari Al Quran dengan filosofi berkumpul-berkumpul dan meberiakan hasil bermanfaat.
  3. Semut
    Diusulkan oleh Bu Katri degan filosofi silaturahminya sehingga pas dengan nama yayasan SPA
  4. Kereta
    Diusulkan oleh saya karena ide muncul ketika di kereta pramek
  5. Lintang
    Usulan ini saya sampaikan lebih baik dari usulan yang lain karena saya sampaikan tidak hanya secara lisan tetapi juga tertulis. Latar belakang pengambilan nama ini karena lintang dari sejak zaman dulu, baik di dalam cerita yang ada dalam kitab samawi atau bukan, atau dalam kehidupan keseharian bintang sering dijadikan petunjuk manusia dalam menetukan arah disaat akan berpergian, bercocok tanam, bahkan untuk mengetahui nasib. Mengapa lintang bukan bintang karena biar nampak unik, mudah diingat. Dan slogan yang dipakai “guide you to succeed”

Pak Isa pada wacana pemberian nama hanya memberikan masukan agar tidak memakai kependekan atau kepanjangan kata, mudah dingat, unik, ada filosofinya.

Pak Zaenal pada saat rapat panitia pelatihan penutupan sekolah mengintip lewat pintu ke ruang rapat maka saya minta untuk memberikan masukan tentang nama yang akan dipilih. Katanya yang perlu diingat ketika memberikan nama adalah : nama adalah identitas, mengandung filosofi, keren, enak didengar, mudah diucapkan, mudah dibuat lambang.

Untuk membahas penetapan nama ini ternyata tidak mudah, terasa alot, secara prinsip memang sudah sepakat akhirnya perbincangan akhir Kamis sore, 17 April 2008 antara saya, pak Andang, Pak Isa dan Bu Katri, Pak Isa membuat kesimpulan karena semua sudah sepakat tinggal penetapan untuk itu diserahkan Bu Katri yang secara struktural mempunyai wewenang menentukan.

Masih ada yang alot juga yaitu menentukan slogan, dari usulan saya “guide you to succeed” diterima tetapi belum bulat karena tidak lazim didengar padahal menurut pemahaman saya itu menurut grammar yang benar. Akhirnya saya kosultasi teman pengajar bahasa Inggis Pak Muhammad dosen UAD, saya tanya di lembaganya yang disambung konsultasi lewat telpon, Pak Suhaeni dosen senior UNY teman masjid konsultasi saya lakukan sehabis jamah shubuh dan Pak Ali ketika sama-sama Jumatan di Masjid Kampus UGM. Bu Katri juga konsultasi Bu Fatimah dosen UAD istri Pak Jaja pegiat SPA. Dari hasil konsultasi tersebut ada beberapa alternatif :

  • Guide you to succeed
  • Guide to succeeding
  • Guide to succees
  • Guides to succees

Akhirnya dipilih untuk slogan adalah “Guide you to succes” dengan alasan ini yang lazim untuk telingan orang Indonesia, kalau ada yang mengatakan salah, kita siap jawaban memang salah tapi ini yang lazim, dan dasar orientasinya adalah pasar.

Untuk nama “Lintang” yang dipilh di ditekankan oleh Iim Hilman pegiat SPA mahasiswa UIN, pada saat rapat panitia pelatihan untuk tutup tahun sekolah Sabtu, 19 April 2008 dan akhirnya Bu Katri menerima.
Panjang juga perjalanan awal ini tentunya semua berharap organisasi ini bisa berjalan secara profesional, berkualitas, dan diterima pasar juga bisa memberikan kesejahteraan kepada mereka yang terlibat didalamnya.
There is a will there is a way, God Bless.

Tidak ada komentar:

Merebut Masa Depan

Masa depan sukses pasti menjadi impian setiap orang, berbagai cara diupayakan untuk mencapainya. Standard tentunya sudah ditentukan lebih a...