29 April 2008

Silaturahmi mantan siswa

Minggu keempat bulan April 2008, menjadi minggu yang menyenangkan bagiku karena tiga siswaku dulu di tahun 2000-an mengirim kabar satu lewat email dan dua lewat sms.
Senin pagi saat itu saya lagi on line internet tiba-tiba muncul masagge saya baca dari Supriaji yang menanyakan kabar, dia menyebut nama Pak Tomy dan tampaknya akrab sekali katanga dia kini di Makasar menjadi pegawai PLN. Kemudian saya coba membalas mencari kalimat yang tidak membuat dia marah kebetulan di massagenya nampak gambar bayi, akhirnya saya tulis tolong kirim photo sekarang dan saya tanya pula sudah berapa anaknya. Dia balas kalau anaknya sudah dua dan kalau ingin tahu gambar bisa buka blog dia, susah sungguh saya menginagt walau sudah membuka blognya dan melihat fotonya, lupa sama sekali. Saya coba kontak beberapa teman sesama mengajar dari Ahyar yang kini di Tanggerang sampai Pak Yono. Menurut Pak Yono dia dulu siswa Gama Informatika dan kemudian menjadi karyawan disini. Ceriata ini kemudian ditambah penjelasan dari bu Umi saya baru ingat betul, kebangetan betul dulu kan tiap hari bertemu. Akhirnya plong senag sekali rasanya masih ada yang ingat, saudaraku banyak, ternyata.


Kedua terima sms menayakan mas Tomy ingat tidak Suriadi Susanu anak Palangkaraya Kalimantan Tengah, dia cerita tinggal menyelesaikan tugas akhir skripsi di Fakultas Manajemen Palangkaraya. Saya langsung ingat kemudian kami saling sms, dia bercerita baru saja ke Jogja belajar bahasa Jepang tapi tidak sempat mampir. Ponselnya 081352717292.


Sms ketiga dari Nyoma Sutika dia cerita kalau sekarang jadi guru di SDN Mandoke Desa Mandoke Kecamatan Lalembu Kabupaten Konowe Selatan sudah mengajar selama setengah tahun di D2 PGSD tapi belum wisuda. Saya informasikan adanya beasiswa maka dia kirim alamat rumahnya Desa lambadi Jaya Blok N Kecamatan lalembu Kabupaten Konowe Selatan Sulawesi Tenggara 93385 unuk dikirim formnya. Ponselnya 081341579245.


Suriadi dan Nyoman adalah siswa magang Jepang di Gajahmada Informatika untuk program swasta dimana saya pernah menjadi instruktur disana. Program Magang Jepang yang diselenggarakan di Gajah Mada Informatika kususnya Program Pemerintah berjalan baik lancar tak ada kendala, bahkan pernah menjadi pengirim terbanyak, akan tetapi untuk Program Swasta ini yang akan dijadikan program unggulan dan pionir di jalurnya, ternyata sampai detik ini sama sekali tak jelas kelanjutannya sehingga mereka berdua diantara 125 orang menjadi korban dan sudah setor uang sekitar Rp. 30 juta karena biayanya memang sebesar itu, selama itu mereka sudah mendapatkan pelatihan yang diasramakan.


Bahkan sampai kini Direkturnya Dwi Laksetyo Probo Handono dan istrinya Endang Sulistyawati menjadi buron, target operasi polisi. Entah ngumpet dimana tak tertangkap. Selama mereka menunggu di Jogja sebelum akhirnya kembali ke kampung halaman mereka masing-masing pernah tinggal dirumahku sehingga terjalinlah persahabatan yang akrab yang tadinya antara instruktur dan siswa kemudian sekarang menjadi seperti saudara, saling telepon, sms, surat mernyurat masih terjalin. Tidak hanya Supri, Suriana dan Nyoman masih banyk lagi. Pernah suatu ketika Biyanto menelpon dari Jepang katanya kini dia kerja disana, senang rasanya saya menerima telpon.

Betapa indahnya hidup ini jika silaturahmi dijadikan program hidup semua orangh, dunia akan damai sejahtera.

Tidak ada komentar:

Merebut Masa Depan

Masa depan sukses pasti menjadi impian setiap orang, berbagai cara diupayakan untuk mencapainya. Standard tentunya sudah ditentukan lebih a...